Jumat, 19 Oktober 2012

0 SEJARAH SINGKAT KOTO MAJIDIN






KOTO MAJIDIN
                Sejarah singka koto majidin ini di ceritakan dari mulut ke mulut secara turun temurun sejak dahulu kala, dari satu generasi ke generasi berikut nya yang mana cerita ini diyakin akan kebeneranya oleh masyarakat  Koto majidin sampai saat ini dan itulah yang di pegang teguh sampai sekarang.
                Bermula dari nek siak gading yang beristrikan nek sigade. Yang mempunyai empat anak kembar yaitu:
1.       Nek kejung kecek
2.       Nek sabiak urai
3.       Nek batapo
4.       Nek Majide
1. nek kejuk kecek beristrikan nek sri Mulyo.tinggal di koto luwa semurup.
2.nek sabiak urai bersuamikan nek bagindo sultan. Tinggal di penawar kemantan.
3. nek batapo beristrikan nek siti biak. Tingggal di kutu tampe di kemantan.
4. nek Majide beristrikan Puti dayang romayah . tinggal di KOTO MAJIDIN

                Nek majide dg nek Dayang romayah tidak meninggalkan pusaka yang berupa. Namun yang di tinggal kan adalah nama & gelar adat yang bersendikan sarak &sarak bersendikan kitabullah. Itulah amanah yang di tinggal kan nek imam majidin kepada kita. Jangan rusak jangan binaso jangn retak jangan sumbing.
                Di suatu hari nek majide, nek kuning dan nek semurup, mengisah kan bahwa  kembar masing masing di hari lahir mereka. Mereka mencari  kata mufakat untuk mencari siapa yang di pertuakan.maka berkatalah anak batino “siapa diantara mereka yang bisa membunuh kerbau itulah yang dipertuakan”. Nek majide mengadakan beras yang serauts, nek kungin mengadakan kerbau 1 ekor, nek semurup mengadakan bumbu dengan lengkap.
                Di cari pula hari yang elok ( bagus ). Tepatnya minggu di muara sekungkungnek semurup tiba di tempat itu dengan kerbau telah rebah.dan sudah di ikat oleh nek kuning, di coba nek semurup untuk membunuh kerbau, pisau yang tajam tidak ada. Kemudian datang nek majide dan langsung mencabut sekik di berikan kepada nek semurup. Berkata pula anak batino “ jangan lupa membaca doa menyembelih “. Maka nek majide langsung membaca doa. Maka itulah nek majide di pertuakan, makanya nek majide di panggil dengan gelar KAJAI.nek kuning di angkat menjadi depati kuning cahayu kodrat. Nek semurupndiangkat menjadi depati semurup serah mato.
                Kemudian dari pada itu duduk pula depati yang delapan.dari mudik depati yang bertiga. Dari dile depati yang berempat di hiang tinggi, langsung jugo di tunjuk nek majide dia diangkat di tuakan di Sanggarang agung dengan beras seratus kerbau 1 ekor untuk seluruh hamparan yang paling besar di sakti alam kerinci.

0 komentar:

Posting Komentar